Kimchi Pump.fun Scam atau Legit? Bedah Dua Rug Pull Beruntun
Nama Kimchi lagi jadi bahan ribut di komunitas memecoin Solana. Influencer yang baru saja digandeng Pump.fun ini terlibat dalam dua kejadian beruntun: peluncuran koin $KIMCHI yang anjlok 99%, lalu drama QR code “Project Kimchi” yang meledak ke $15 juta dan runtuh dalam hitungan menit. Kami bedah datanya satu per satu.
Siapa Kimchi?
Kimchi adalah nama online dari @kimchi1x, trader memecoin Solana yang dikenal lewat konten gaya hidup trading. Namanya melejit karena klaim bahwa ia pernah meraup sekitar $40 juta dari coin TRUMP. Masalahnya: klaim itu tidak pernah dibuktikan dengan data wallet. Community Notes di X bahkan menempelkan catatan koreksi di postingan pengumuman kemitraannya dengan Pump.fun soal klaim yang belum terverifikasi ini.
Yang terverifikasi: ia mantan pemain profesional Fortnite, lulusan USC, dan pada 20 Oktober 2026 resmi diumumkan sebagai “creative partner” Pump.fun oleh co-founder Alon Cohen (@a1lon9). Di titik inilah masalah dimulai.
Kejadian 1 (20 Oktober): Koin Lahir Sebelum Pengumuman
Investigasi on-chain yang dipublikasikan cryptonews.net merekonstruksi urutan kejadian memakai dua catatan yang tidak bisa diubah setelah terjadi: waktu blok Solana dan ID numerik postingan X. Hasilnya janggal:

Baca lagi baik-baik: koinnya di-mint pukul 23:00:15 UTC, postingan Kimchi naik 6 detik kemudian, iklan Pump.fun menyusul 78 detik kemudian, dan pengumuman resmi Alon baru keluar 19 menit setelah koin sudah diperdagangkan. Artinya, saat publik membaca pengumuman “kemitraan”, koinnya sudah jalan duluan.
Yang lebih berat: wallet deployer yang umurnya baru 3 jam itu memborong 79% suplai di transaksi yang sama, mengunci 100% creator fee ke satu alamat berlabel “Kimchi” (Gs5FHwYLrDBmCmiv5VhBLCvyiBmBYfcPedZDqR88GYeX), lalu mengirim 750 juta token (75% suplai) ke alamat tersebut. Konfigurasi fee-nya permanen, tidak bisa diubah.

Data Kontrak $KIMCHI (Cek Langsung)
Kami cek sendiri kontraknya via RugCheck dan DexScreener pada 23 Oktober 2026:
Kontraknya sendiri “bersih” dalam arti teknis (tidak bisa cetak token baru atau bekukan wallet), tapi distribusinya ekstrem: satu wallet menguasai tiga perempat suplai. Market cap yang sempat menyentuh kisaran $44-48 juta kini tinggal ~$13,6 juta. Itu artinya penurunan lebih dari 70% dari puncak, dan sempat jauh lebih dalam.
Kejadian 2 (22-23 Oktober): Drama QR “Project Kimchi”
Dua hari kemudian muncul babak kedua. Akun Kimchi memposting foto poster jalanan berisi QR code yang mengarah ke memecoin baru bernama “Project Kimchi”. Alon ikut me-retweet. Koinnya melesat ke market cap sekitar $11-15 juta. Lalu, sekitar 30 menit setelah tayang, postingannya dihapus, retweet Alon hilang, dan koinnya anjlok. Kimchi juga menghapus Pump.fun dari bio-nya.
Tapi data on-chain yang dihimpun analis komunitas bercerita lain:
- Koin “Project Kimchi” dibuat 46 menit SEBELUM postingan QR naik.
- Wallet deployer-nya fresh, didanai 69,6 SOL, langsung memborong 50% suplai.
- Semenit kemudian 500 juta token dipindahkan, lalu dump 96% dalam 2 menit, mengantongi sekitar 421 SOL dari fee.
- Sisa market cap tinggal ratusan ribu dolar.

Hack atau Settingan?
Ini pertanyaan yang paling ramai. Sebagian orang bilang akun Kimchi kena hack. Tapi faktanya per 23 Oktober 2026: tidak ada satu pun pernyataan resmi “hack” dari Kimchi maupun Alon. Kata “hack” hanya muncul dari akun-akun pihak ketiga, itu pun berlabel “diduga”.
Yang justru tercatat: Kimchi menghapus semua tweet terkait Pump.fun, lalu bio dan lokasinya kini malah mempromosikan koinnya sendiri. Bacaan dominan analis on-chain: polanya terlalu rapi untuk disebut kebobolan, dari timing 6 detik di kejadian pertama sampai koin yang sudah disiapkan 46 menit sebelum postingan QR di kejadian kedua.
Kami tidak menuduh individu tertentu sebagai pelaku. Yang bisa kami katakan dengan data: mekaniknya adalah rug pull klasik (suplai dikuasai, dump cepat, fee disedot), dan narasi hack tidak punya bukti pendukung.
Red Flag yang Terkonfirmasi
- ⛔ Koin dibuat dan diborong sebelum pengumuman publik (insider timing).
- ⛔ 75% suplai + 100% creator fee permanen ke satu alamat.
- ⛔ Klaim profit $40 juta sang influencer tidak pernah terbukti on-chain.
- ⛔ Koin kedua disiapkan 46 menit sebelum postingan, dump 96% dalam 2 menit.
- ⛔ Postingan dan retweet dihapus setelah harga runtuh, tanpa klarifikasi resmi.
Cara Cek Sendiri Sebelum Beli
Pola seperti ini bisa dideteksi sebelum uang masuk. Cek contract address di RugCheck (lihat top holder dan authority), intip grafik dan likuiditas di DexScreener, dan selalu curigai koin yang “kebetulan” launching berbarengan dengan pengumuman influencer. Panduan lengkapnya ada di Akademi memecoin.id (gratis), dan arti istilahnya bisa dicek di Kamus Degen.
Kesimpulan
Saga Kimchi x Pump.fun adalah studi kasus sempurna kenapa “di-backing nama besar” bukan jaminan keamanan. Data on-chain tidak bisa bohong: dua koin, dua koreografi yang sama, dua dump yang menghancurkan pembeli telat. Sampai ada bukti sebaliknya, perlakukan setiap koin “influencer” baru sebagai berisiko tinggi, siapa pun yang mempromosikannya.
Disclaimer: artikel ini bukan saran investasi. Selalu DYOR (do your own research) dan jangan pernah memakai uang kebutuhan pokok untuk memecoin.
Referensi Artikel
- cryptonews.net: “A Wallet Three Hours Old Minted Kimchi’s Coin and Routed Every Fee to One Address” (22 Okt 2026): rekonstruksi timeline on-chain peluncuran 20 Oktober.
- Crypto Briefing: “Pump.fun’s Kimchi coin routes every creator fee to one address” (21 Okt 2026).
- Blockchain Academics: liputan mekanisme fee permanen $KIMCHI (21 Okt 2026).
- RugCheck & DexScreener: data kontrak langsung diambil 23 Oktober 2026 (mint authority mati, top holder 75,33%, market cap ~$13,6 juta).
- Verifikasi langsung postingan X oleh tim memecoin.id pada 23 Oktober 2026 pukul 07:45 WIB: postingan QR dan retweet Alon sudah dihapus; tidak ditemukan pernyataan resmi “hack” dari akun terkait.
4 Komentar