LIVEBTC $78,522.00 ▼ 1.70%ETH $2,250.87 ▼ 2.59%SOL $98.13 ▼ 1.83%BNB $714.83 ▼ 4.96%DOGE $0.0763 ▼ 2.07%
Analisis Narasi

Hakim Argentina Batalkan Kasus LIBRA: Milei Bebas dari Tuduhan Pidana

Kasus Libra Ditutup, Hakim Bebaskan Milei

Ringkasan

  • Hakim federal Argentina Marcelo Martinez de Giorgi membatalkan penyelidikan pidana terhadap Presiden Javier Milei dan adiknya Karina atas kasus memecoin LIBRA, Jumat 23 Oktober 2026.
  • Pengadilan menilai kerugian investor dan naik turunnya harga tidak cukup membuktikan penipuan, meski posisi Milei sebagai presiden memang memperbesar dampak promo itu.
  • Penyelidikan terhadap Hayden Davis, penasihat peluncuran LIBRA yang mengakui memegang hampir $100 juta pasca runtuh, juga dibatalkan.
  • Bebas dari pidana bukan berarti investor kembali rugi. Sekitar 40.000 investor diperkirakan kehilangan gabungan hampir $110 juta saat LIBRA runtuh Februari 2025.

Putusan 23 Oktober 2026: kasus LIBRA resmi ditutup

Hakim federal Marcelo Martinez de Giorgi menjatuhkan putusan pada Jumat sore, 23 Oktober 2026, yang menghentikan seluruh penyelidikan pidana atas skandal memecoin LIBRA. Putusan itu mencakup Presiden Javier Milei, adiknya Karina Milei, dan sembilan orang lain yang diperiksa, termasuk pengusaha Amerika Hayden Davis. Demikian dilaporkan Reuters dari Buenos Aires.

Ada dua inti argumen hakim. Pertama, soal penipuan: fakta bahwa harga token anjlok dan investor merugi tidak serta merta membuktikan ada skema penipuan. Promosi Milei di media sosial memang membuat peluncuran token itu berdampak lebih besar karena jabatannya, tetapi menurut hakim, itu “tidak dengan sendirinya berarti skema penipuan”.

Kedua, soal penyalahgunaan jabatan: pengadilan menilai Milei membagikan info soal token dalam kapasitas pribadi, bukan lewat tindakan resmi pemerintahan. Jadi tidak ada penyalahgunaan kekuasaan negara atau penggunaan anggaran publik. Tuduhan bahwa Karina Milei menerima bayaran untuk mengatur pertemuan dengan presiden juga dibatalkan karena tidak ada bukti.

Kilas balik: apa yang sebenarnya terjadi dengan LIBRA

Kronologi singkatnya seperti ini. Pada 14 Februari 2025, Milei memposting rekomendasi untuk token LIBRA di X. Harga token itu melejit, lalu runtuh dalam hitungan jam. Milei kemudian menghapus postingannya dan mengklaim ia bertindak “dengan itikad baik”, tidak tahu detail proyek, dan berhenti mempromosikannya begitu tahu.

Peneliti on-chain menemukan sekitar $99 juta ditarik dari liquidity pool LIBRA oleh delapan wallet yang terkait dengan kreator token. Kamar fintech Argentina saat itu menyebut pola ini berpotensi sebagai rug pull, yaitu skenario di mana pengembang token menarik investasi, memompa harga, lalu menjual posisinya. Menurut CoinOTAG, lebih dari 40.000 investor tercatat mengalami kerugian gabungan hampir $110 juta.

Kronologi kasus memecoin LIBRA dari promosi Milei Februari 2025 sampai putusan bebas Oktober 2026

Hayden Davis juga bebas dari penyelidikan

Hayden Davis, pengusaha AS yang menyebut dirinya “penasihat peluncuran” LIBRA, juga dikeluarkan dari penyelidikan. Davis mengakui memegang hampir $100 juta setelah token itu runtuh, dan ia membantah melakukan kesalahan. Fakta ini penting dicatat: pembatalan penyelidikan terhadap Davis bukan berarti dana tersebut kembali ke investor.

Reaksi kantor presiden: klaim “bukti mutlak tak bersalah”

Kantor kepresidenan Argentina memposting di X bahwa penyelidikan telah berjalan dengan bebas dan hasilnya adalah “bukti mutlak” tak bersalahnya Milei. Postingan itu juga menuduh kasus ini sebagai upaya kudeta institusional yang gagal, dan mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab atas pemborosan uang pajak. Demikian dilaporkan KuCoin News.

Perlu dicatat satu hal: menurut Basis Desk yang mengutip unchainedcrypto.com, putusan ini belum final karena masih ada petisi dari para penggugat sipil yang dikecualikan ke pengadilan kasasi pidana federal. Artinya, secara hukum masih ada celah untuk upaya banding.

Bebas pidana bukan berarti rug pull tidak terjadi

Ini bagian yang paling penting untuk dipahami. Standar hukum pidana untuk membuktikan penipuan itu tinggi: harus ada bukti niat menipu, bukan sekadar kerugian. Hakim memutuskan bukti itu tidak ada. Tetapi putusan ini tidak membatalkan fakta on-chain: $99 juta keluar dari pool lewat wallet yang terkait kreator, dan 40.000 investor kehilangan uangnya.

Singkatnya, pengadilan bilang “ini bukan kejahatan pidana yang terbukti”. Pengadilan tidak bilang “LIBRA adalah investasi yang sehat”. Dua hal yang berbeda, dan investor ritel perlu membedakannya.

Pola yang mirip: promo influencer, harga meledak, lalu ambruk

Kasus LIBRA bukan satu-satunya. Pola “token dipromosikan figur publik, lalu runtuh” berulang di dunia memecoin, termasuk kasus Kimchi x Pump.fun yang ambruk 98% dalam hitungan jam. Bedah lengkapnya sudah kami tulis di artikel tersebut.

Pelajaran buat investor memecoin

Tiga pelajaran dari saga LIBRA yang selesai (hampir) dua tahun kemudian:

  1. Promo dari figur besar bukan jaminan. Bahkan seorang presiden bisa mempromosikan token yang kemudian runtuh. Evaluasi kontrak dan distribusi token, bukan siapa yang mempostingnya.
  2. Kecepatan runtuh adalah sinyal. Token yang melejit lalu ambruk dalam hitungan jam hampir selalu berarti distribusi supply terkonsentrasi di segelintir wallet. Cek holder distribution sebelum masuk.
  3. Keadilan hukum tidak mengembalikan dana. Putusan bebas untuk terdakwa tidak otomatis berarti restitusi untuk korban. Di crypto, uang yang sudah keluar dari pool praktis tidak kembali.

Kalau belum tahu cara membaca tanda bahayanya, mulai dari Kamus Degen memecoin.id untuk memahami istilah-istilah dasar sebelum terjun lebih jauh.

Referensi Artikel
SoliusXBT

Crypto enthusiast dan pemburu memecoin. Suka bedah narasi, ngulik token micin, dan menerjemahkan gonjang-ganjing pasar ke bahasa yang gampang dipahami.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *