Skema $130 Juta Pura-Pura Terdaftar di SEC: Cara BG Wealth dan DSJ Exchange Menipu Puluhan Ribu Investor
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mendakwa dua perusahaan atas dugaan skema penipuan senilai lebih dari 130 juta dolar AS. Yang membuat kasus ini layak dibaca bukan cuma angkanya, tapi triknya: para terdakwa diduga memakai dokumen SEC itu sendiri untuk membuat skema mereka terlihat resmi.
Pada 29 Oktober 2026, SEC mengumumkan dakwaan terhadap BG Wealth Sharing Ltd dan DSJ Exchange Pty Ltd, dua perusahaan yang terdaftar di Colorado tapi diduga dioperasikan dari luar negeri. Gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Penting dicatat: ini masih berupa dakwaan dalam gugatan perdata, bukan putusan pengadilan yang menyatakan mereka bersalah.
Program “wealth-sharing” dengan janji yang terlalu manis
Menurut gugatan SEC, sejak setidaknya Oktober 2025 hingga Juni 2026, kedua perusahaan mengajak investor bergabung ke program yang mereka sebut “wealth-sharing”. Iming-imingnya: return luar biasa dan bebas risiko dari apa yang mereka sebut sinyal trading aset kripto hasil “SI”.
BG Wealth disebut mengklaim dirinya sebagai hedge fund terbesar di dunia, terdaftar di SEC sebagai penasihat investasi, dan bermitra dengan DSJ Exchange yang disebut sebagai platform trading kripto berlisensi dan aman. Menurut SEC, tidak satu pun klaim itu benar.
Detail janji yang dikutip dari gugatan ini patut diingat karena polanya sangat familiar di dunia kripto: return minimal 60 persen per bulan, modal bisa berlipat dua dalam 40 hari, dan risiko nol. Sosok yang disebut pendiri BG Wealth, “Professor” Stephen Beard, diklaim mengembangkan sinyal trading dengan akurasi 99,6 persen. Perlu dicatat, gugatan menyebut Beard sebagai pendiri yang diduga memakai identitas samaran, dan ia tidak termasuk pihak yang didakwa.
Cara kerjanya, menurut SEC: investor diminta membuka akun di platform DSJ Exchange, menyetor aset kripto seperti USDC, USDT, dan Ethereum, lalu menyalin sinyal alfanumerik yang dibagikan dua kali sehari lewat aplikasi pesan terenkripsi. Setelah sinyal disalin dan dikonfirmasi, platform menampilkan transaksi dan profit. Masalahnya, menurut gugatan, trading, profit, dan saldo yang ditampilkan itu direkayasa. Saldo akun umumnya terlihat berlipat dua setelah sekitar 40 hari, padahal dana disebut tidak pernah ditradingkan sebagaimana dijanjikan.
Trik dokumen: filing publik disulap jadi “izin”
Ini bagian paling licik dari skema tersebut. BG Wealth mengajukan Form ADV ke SEC pada 16 Agustus 2025 dengan mengklaim status sebagai exempt reporting adviser, sementara DSJ Exchange mengajukan Form D pada 11 Juli 2025 yang mengumumkan penawaran senilai 100 juta dolar AS. Kedua dokumen itu bisa dilihat publik di situs SEC.
Para terdakwa kemudian diduga mengarahkan investor untuk mencari dokumen tersebut di situs Investment Adviser Public Disclosure dan EDGAR sebagai “bukti” bahwa mereka terdaftar atau disetujui SEC. Situs BG Wealth bahkan menampilkan sertifikat registrasi SEC palsu yang membawa stempel lembaga itu, lengkap dengan nomor CRD dari Form ADV dan nomor CIK dari Form D, sehingga sertifikat palsu itu tampak terhubung dengan dokumen asli.
Padahal, menurut SEC, SEC tidak pernah menerbitkan sertifikat registrasi semacam itu, dan tidak pernah memberi lisensi atau persetujuan kepada kedua perusahaan. Form ADV dari exempt reporting adviser dan Form D pada dasarnya hanyalah dokumen pemberitahuan, bukan persetujuan atau penilaian atas kebenaran isinya. Kedua dokumen itu kini sudah dihapus dari situs SEC.
Gugatan juga merinci kejanggalan lain: Form ADV BG Wealth mencantumkan auditor bernama Indicator Global yang tidak muncul di registri publik firma akuntansi mana pun, alamat kantor pusat yang ternyata kotak surat virtual, dan nomor telepon yang sudah tidak aktif. Surat yang dikirim ke alamat dalam dokumen itu kembali karena tidak bisa diantar. Sementara itu, notaris yang stempelnya muncul di Form ID DSJ Exchange, dokumen permohonan akses EDGAR, disebut tidak pernah mengesahkan dokumen tersebut.
Angka kunci menurut gugatan SEC
| Angka | Keterangan |
|---|---|
| Lebih dari 130 juta dolar AS | Dana yang diduga diterima dari lebih dari 223.000 alamat blockchain, hanya dalam periode Maret hingga awal Juni 2026 (sumber: gugatan SEC, dikutip Unchained) |
| Lebih dari 100 juta dolar AS | Perkiraan kerugian investor menurut SEC |
| Maksimal 25 juta dolar AS | Dana yang dikembalikan ke wallet yang diduga milik investor, dalam bentuk pembayaran bergaya Ponzi |
| Lebih dari 40 negara bagian AS | Jangkauan investor, ditambah beberapa teritori AS |
| Hingga 20 persen | Biaya penarikan yang disebut dipakai untuk menghambat investor menarik dana |
Semua angka di atas adalah tuduhan dalam gugatan SEC, bukan temuan pengadilan. Yang sudah pasti: SEC menuntut larangan permanen, pengembalian dana plus bunga, dan denda perdata terhadap kedua perusahaan.
Promosi berjenjang dan akhir yang sudah bisa ditebak
Skema ini tidak hanya mengandalkan dokumen palsu. Gugatan menggambarkan struktur pemasaran berjenjang: investor yang merekrut minimal lima orang lain bisa naik hingga 12 level promotor, dengan bonus bulanan, komisi, dan dividen volume transaksi. Satu promotor dengan kantor di Concord, California, disebut mencapai Level 7 dengan sekitar 5.000 investor di bawahnya.
Promosi berjalan lewat YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, dan Telegram, ditambah konferensi video mingguan di Zoom dan roadshow di Las Vegas, Hawaii, dan Salt Lake City. Pola rekrutmen berjenjang seperti ini adalah salah satu tanda bahaya klasik yang juga kami bahas dalam artikel tentang phishing notifikasi palsu NGRAVE yang menguras 2,56 juta dolar, di mana korban dipancing lewat pesan yang tampak resmi.
Peringatan sebenarnya sudah datang jauh sebelum dakwaan. Mulai Mei 2025, sedikitnya tujuh regulator asing mengeluarkan peringatan bahwa BG Wealth dan DSJ Exchange adalah penipuan atau beroperasi tanpa lisensi. Mulai Maret 2026, otoritas di tujuh negara bagian AS mengeluarkan peringatan dan perintah penghentian. Skema itu tetap berjalan hingga Juni 2026, sambil berulang kali mengganti domain situs setelah diidentifikasi otoritas.
Pada 23 April 2026, FBI menyita domain asli BG Wealth dalam operasi penegakan hukum gabungan. Menurut gugatan, Beard memberi tahu investor bahwa seorang hacker China bertanggung jawab. Setelah itu, DSJ Exchange akhirnya memblokir penarikan sepenuhnya, dan investor diminta membayar “pajak” tambahan untuk membuka akun mereka serta menyetor lebih banyak dana untuk pindah ke platform baru bernama HQIEX. Mereka yang membayar tetap tidak bisa menarik dana. Pada 29 September 2026, DSJ Exchange mengubah namanya di EDGAR menjadi Horizon Crest Capital dan mengajukan Form D baru.
5 tanda bahaya yang bisa langsung dipakai pembaca
1. Return pasti dan besar. Janji 60 persen per bulan tanpa risiko adalah tanda bahaya, bukan peluang. Tidak ada trading sah yang bisa menjamin angka seperti itu.
2. Klaim “terdaftar” atau “berizin” tanpa bukti yang bisa diverifikasi mandiri. Dokumen yang bisa dilihat publik belum tentu berarti persetujuan regulator. SEC menegaskan filing bukan lisensi, dan SEC tidak menerbitkan sertifikat registrasi.
3. Sertifikat berstempel lembaga. Sertifikat, logo, dan nomor registrasi gampang dipalsukan atau ditempelkan ke dokumen asli. Cek langsung ke sumber resmi, jangan percaya tangkapan layar dari promotor.
4. Bayar dulu untuk bisa menarik dana. Permintaan “pajak”, biaya buka blokir, atau setoran tambahan agar penarikan diproses adalah pola klasik pemerasan tahap kedua.
5. Bonus rekrutmen berjenjang. Kalau keuntunganmu bergantung pada merekrut orang baru, bukan pada produk yang nyata, itu struktur yang patut dicurigai.
Pelajaran terbesar dari kasus ini: penipu tidak lagi sekadar membuat situs yang tampak meyakinkan, mereka memanfaatkan sistem keterbukaan data regulator itu sendiri. Dokumen publik yang asli dipakai sebagai tameng, lalu dilengkapi sertifikat palsu agar korban tidak sempat bertanya lebih jauh. Itu sebabnya verifikasi mandiri tetap menjadi pertahanan terbaik, seperti yang juga terlihat dalam operasi Confrontation Ghost yang mengidentifikasi dana scam senilai 39 juta dolar: penipuan besar jarang berdiri sendiri, ia selalu punya jejak peringatan, perpindahan domain, dan korban yang diminta membayar lagi.
Kasus BG Wealth dan DSJ Exchange juga menjadi pengingat bahwa korban penipuan kripto bukan cuma pemburu memecoin. Skema ini menyasar investor ritel lewat janji sinyal trading, video live mingguan, dan komunitas pesan tertutup, persis kanal yang sama dengan tempat banyak token baru dipromosikan. Pola yang sama, kanal promosi yang berbeda, bisa muncul lagi dengan nama baru, seperti yang terjadi pada kasus Polymarket yang kebobolan 2,65 juta dolar lewat skrip pihak ketiga, di mana kepercayaan pada platform yang tampak sah dimanfaatkan pihak ketiga.
Kalau ada tawaran investasi kripto yang mengklaim sudah terdaftar atau berizin, cek sendiri ke regulator terkait dan ke Investor.gov, dan jangan pernah membayar biaya tambahan hanya untuk menarik danamu sendiri.
Referensi Artikel
- SEC: Two Entities Charged in $130 Million Fraud Scheme That Used False SEC Filings to Boost Investor Confidence (29 Oktober 2026)
- Unchained: SEC Says $130 Million Crypto Scheme Used the Agency’s Own Databases to Look Registered (30 Oktober 2026)
- Securities.io: SEC Charges BG Wealth and DSJ Exchange in $130 Million Crypto Fraud (29 Oktober 2026)
Catatan: semua tuduhan di artikel ini berasal dari gugatan SEC dan belum diputus pengadilan. Angka dan kutipan di atas merujuk pada siaran pers SEC dan liputan Unchained serta Securities.io atas gugatan tersebut.