LIVEBTC $80,659.00 ▲ 4.90%ETH $2,429.24 ▲ 7.48%SOL $95.99 ▲ 4.70%BNB $720.96 ▲ 4.01%DOGE $0.0771 ▲ 4.05%
Jejak Dompet

Bank Prancis Dibobol Lewat Jalur Kripto, ZachXBT Lacak Kerugian Lebih dari $133 Juta

Sebuah bank besar di Prancis mengakui menjadi korban serangan siber yang memungkinkan transfer penipuan, setelah investigator on-chain ZachXBT menuding kerugian yang terkait dengan insiden itu sudah melampaui 133 juta dolar AS. Banknya tidak mengonfirmasi angka itu. Justru di celah antara pengakuan bank dan angka investigator inilah cerita ini penting dibaca dengan hati-hati.

Bank yang dimaksud adalah Crédit Mutuel Arkéa, grup perbankan koperasi yang berbasis di Brittany, Prancis. Menurut laporan CoinDesk, bank tersebut mengonfirmasi serangan itu pada Rabu, 4 November 2026, dan menyebut insiden sudah terkendali. Bank juga menegaskan tidak ada dampak finansial bagi nasabahnya. Namun bank tidak mengungkap jumlah yang dicuri, dan tidak memastikan apakah dana itu awalnya disimpan dalam mata uang tradisional atau kripto.

Kronologi: dari penarikan mencurigakan sampai bank buka suara

Urutan waktunya relatif jelas, dan penting untuk tidak mencampuradukkan tanggal penarikan dengan tanggal pengumuman:

Tanggal Yang terjadi
1-2 November 2026 Penarikan USDC senilai 108,8 juta dolar AS dari akun di Kraken, Crypto.com, dan OKX selama sekitar 21 jam, menurut pelacakan Bitquery.
2 November 2026 ZachXBT pertama kali memberi peringatan soal entitas Uni Eropa yang tidak disebut namanya, dengan kerugian yang diduga sudah di atas 106 juta dolar AS.
3 November 2026 ZachXBT menemukan penarikan tambahan senilai lebih dari 27 juta dolar AS, sehingga total dugaannya naik melewati 133 juta dolar AS.
4 November 2026 ZachXBT menyebut Crédit Mutuel Arkéa sebagai korban yang diduga, dan bank mengonfirmasi serangan siber yang memungkinkan transfer penipuan.

ZachXBT juga memperingatkan bahwa total kerugian bisa lebih besar lagi bila aktivitas over-the-counter (OTC) ikut dihitung. Peringatan itu masuk akal sebagai hipotesis, tapi sampai artikel ini ditulis, bagian OTC tersebut belum punya angka yang bisa diverifikasi secara independen.

Aliran dana yang dilacak Bitquery

Bagian yang paling bisa diverifikasi dari kasus ini bukan nama korbannya, melainkan jejak on-chain-nya. Bitquery melacak penarikan USDC dari tiga bursa besar, lalu menemukan sekitar 63 juta dolar AS dalam stablecoin diubah menjadi Ether (ETH) dalam waktu sekitar empat jam. Laporan lain menyebut sekitar 62,98 juta dolar AS diubah menjadi 27.553 ETH lewat UniswapX.

Pola ini familiar bagi pembaca yang mengikuti jejak dompet peretas Drift Protocol ke Tornado Cash: dana dipindah dari aset yang bisa dibekukan penerbitnya (stablecoin) ke ETH, yang tidak bisa dibekukan oleh satu penerbit terpusat. Bedanya, dalam kasus Arkéa, dana itu disebut berasal dari akun bursa, bukan dari kontrak protokol DeFi yang dieksploitasi.

Crypto.com mengonfirmasi sudah memblokir dana yang terkait dengan insiden ini dan menegaskan dana nasabahnya tetap aman. Kraken dan Crypto.com juga disebut sudah membatasi akun yang terkait. Yang belum terjawab sampai sekarang adalah bagaimana pelaku bisa mengakses akun-akun bursa tersebut. Tidak ada bukti yang dipublikasikan bahwa sistem Kraken, Crypto.com, atau OKX sendiri yang dibobol.

Apa yang diakui bank, dan apa yang tidak

Ini bagian yang paling sering disederhanakan secara keliru di media sosial, jadi mari dipisahkan dengan tegas:

Yang sudah terverifikasi

  • Crédit Mutuel Arkéa mengonfirmasi serangan siber yang memungkinkan transfer penipuan, dan menyebut insiden sudah terkendali.
  • Bank menyebut tidak ada dampak pada aset nasabah, dan sebagian transaksi sempat ditangguhkan sebagai pencegahan.
  • Bitquery melacak penarikan USDC senilai 108,8 juta dolar AS dari Kraken, Crypto.com, dan OKX pada 1-2 November 2026.
  • Crypto.com mengonfirmasi intervensi dan pemblokiran dana terkait.

Yang masih klaim atau belum final

  • Angka total di atas 133 juta dolar AS berasal dari ZachXBT, bukan dari bank. Bank hanya menyebut bisa memvalidasi “order of magnitude” atau kisaran besarnya, tanpa mengonfirmasi angka persisnya.
  • Kantor berita AFP melaporkan estimasi sementara bank sekitar 100 juta euro, sementara Reuters melaporkan bank menyebut kerugiannya lebih rendah dari 133 juta dolar AS. Angka final belum ada.
  • Identitas korban sebagai Arkéa berasal dari penelusuran ZachXBT. Bitquery sendiri menyatakan data on-chain saja tidak bisa membuktikan identitas korban.
  • Cara pelaku masuk masih diselidiki. Bank menyebut pelaku melewati platform salah satu penyedia layanannya dan memakai rekening bank itu sendiri, serta membantah laporan yang menyebut pintu masuknya lewat Fortuneo, layanan perbankan online-nya.

ZachXBT juga menyatakan keyakinan tinggi bahwa pelaku bukan kelompok Lazarus dari Korea Utara, dengan alasan cara dana dipindahkan berbeda dari pola kelompok tersebut. Itu adalah penilaian investigator, bukan kesimpulan aparat penegak hukum, dan layak dicatat sebagai penilaian, bukan fakta final.

Kenapa kasus ini relevan buat pembaca memecoin.id

Pertama, kasus ini menunjukkan bahwa titik lemah terbesar tidak selalu ada di smart contract. Di sini, yang dieksploitasi diduga adalah akses ke akun bursa terpusat milik sebuah institusi, lalu dana dicuci lewat jalur kripto yang cepat dan sulit dibekukan. Pelajaran yang sama muncul di kasus CoinDCX yang dituduh kena hack lagi, di mana perdebatan soal angka dan narasi resmi juga berjalan beriringan dengan pelacakan on-chain.

Kedua, bank ini bukan pemain kripto pinggiran. CoinDesk mencatat Arkéa sedang bersiap masuk ke bisnis kripto, dan pada Mei 2026 media Prancis L’Agefi melaporkan bank itu mengajukan lisensi di bawah aturan MiCA Uni Eropa untuk menawarkan layanan kripto. Ironi itu penting: institusi yang sedang bersiap melayani nasabah kripto justru menjadi contoh betapa rapuhnya pengamanan akun institusional bila aksesnya jatuh ke tangan yang salah.

Ketiga, bank memperingatkan kemungkinan upaya phishing setelah insiden ini. Itu peringatan yang layak dipegang semua pembaca: setelah sebuah insiden besar, penipu biasanya memanfaatkan kebingungan korban dan publik dengan pesan palsu yang mengatasnamakan bank atau bursa. Jangan pernah memasukkan seed phrase atau kredensial lewat tautan yang dikirim mendadak, apapun alasannya.

Baca juga investigasi jejak dompet lainnya

Kasus Arkéa ini satu pola dengan investigasi sebelumnya di memecoin.id, termasuk runtuhnya Zipcoin setelah private key bocor dan pelacakan aliran dana peretas Drift. Bedanya, di kasus Arkéa, yang dipertaruhkan bukan satu token, melainkan kepercayaan terhadap pengamanan akun institusional di bursa terpusat.

Untuk sekarang, status kasus ini adalah: serangan diakui, angka final belum ada, sebagian dana disebut sudah dibekukan, dan penyelidikan masih berjalan bersama otoritas kehakiman dan kepolisian. Kalau ada angka final resmi dari bank atau aparat, artikel ini layak diperbarui, bukan diasumsikan.

Referensi Artikel

Catatan: angka 133 juta dolar AS adalah estimasi ZachXBT yang belum dikonfirmasi bank. Angka yang dilacak Bitquery, 108,8 juta dolar AS dalam USDC, adalah angka yang terpisah dan tidak sama dengan total kerugian final.

SoliusXBT

Crypto enthusiast dan pemburu memecoin. Suka bedah narasi, ngulik token micin, dan menerjemahkan gonjang-ganjing pasar ke bahasa yang gampang dipahami.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *