CoinDCX Dituduh Kena Hack Lagi, Exchange Bantah: Bedah Aliran $16 Juta yang Bikin Geger X
Dunia crypto kembali geger setelah seorang peneliti on-chain melaporkan pergerakan dana sekitar $16 juta dari dompet yang ditandai sebagai milik CoinDCX, salah satu exchange crypto terbesar di India. Transfer mencurigakan itu terjadi pada 21 Oktober 2026 malam dan memicu tuduhan bahwa exchange tersebut kena hack untuk kedua kalinya. CoinDCX langsung membantah, tapi penjelasan mereka kemudian ditantang oleh ZachXBT, penyelidik on-chain yang namanya sudah dikenal luas. Ini bedah lengkapnya berdasarkan data yang bisa diverifikasi.
Ringkasan
- Pada 21 Oktober 2026 pukul 23:35 UTC+8, sekitar 15,99 juta USDT plus 5.783,81 TRX keluar dari dompet ber-tag CoinDCX menuju satu alamat TRON, lalu dipecah dan disebar ke Binance, OKX, dan Gate.
- CoinDCX membantah kena hack: alamat-alamat itu disebut sudah dikompromikan sejak insiden Juli 2025 dan tidak lagi dikuasai exchange.
- ZachXBT menantang penjelasan itu: salah satu alamat deposit disebut masih beroperasi untuk liquidity provider sampai Mei 2026, dan sekitar $15,8 juta deposit pengguna diduga tidak tercatat.
- Kesimpulan sementara: transfer besarnya adalah FAKTA (terlihat di blockchain), tapi tuduhan hack BARU belum terbukti. Kasus ini masih berjalan.
Kronologi Kejadian
21 Oktober 2026, 23:35 UTC+8. Darcy, eksekutif firma keamanan blockchain Salus, melaporkan di X bahwa hot wallet CoinDCX dan sejumlah alamat deposit mengirim sekitar 15,99 juta USDT dan 5.783,81 TRX ke satu alamat TRON. Satu transaksi tunggal terbesar mencapai 15,82 juta USDT.
22 Oktober 2026. Media crypto mulai memberitakan, termasuk CoinPedia yang membuat halaman live update dan Crypto Briefing yang merangkum bantahan exchange.
22 Oktober 2026. CEO CoinDCX Sumit Gupta membantah lewat akun X CoinDCX: dompet yang ditandai Arkham sebagai milik CoinDCX disebut sebagai alamat lama yang dibuat Januari 2025 dan dikompromikan pada hack Juli 2025. Exchange mengklaim sudah memeriksa wallet pusat dan alamat pengguna saat ini dan tidak menemukan dana yang dikirim ke alamat yang ditandai.
22 Oktober 2026. CoinDCX merilis pernyataan lanjutan: alamat deposit lama yang sudah dinonaktifkan pasca insiden 2025 ternyata masih menerima kiriman dari sebagian pengguna. Proses sweep berkala untuk memindahkan deposit semacam itu ke wallet aman sempat gagal dalam periode tertentu, menimbulkan operational losses yang ditanggung penuh oleh exchange. Besaran kerugiannya tidak diungkap.
22 Oktober 2026. ZachXBT memposting sanggahan di X, dan Gupta langsung menjawab bahwa pihaknya menyadari temuan tersebut, sedang melakukan investigasi, dan menjanjikan tidak akan ada dana pengguna yang hilang.
Data Aliran Dana: Apa yang Sebenarnya Terlihat di Blockchain

Berikut tabel tujuan dana menurut penelusuran para peneliti on-chain (data dari laporan Darcy via TokenPost dan CoinPedia):
| Tujuan | Perkiraan nilai | Sumber |
|---|---|---|
| OKX | ~$5,47 juta USDT | klaim peneliti |
| Binance | ~$2,02 juta USDT | klaim peneliti |
| Gate | ~$1,39 juta USDT | klaim peneliti |
| Total terlacak ke exchange besar | ~$8,93 juta USDT | klaim peneliti |
Catatan: angka per tujuan exchange adalah klaim peneliti dan belum diverifikasi secara independen. Yang terverifikasi multi-sumber adalah total dana yang keluar (15,99 juta USDT + 5.783,81 TRX) dan waktu transfernya.
Versi CoinDCX: “Bukan Hack Baru”
Penjelasan resmi exchange ini pada dasarnya terdiri dari empat poin:
- Alamat yang ditandai (dibuat Januari 2025) dikompromikan pada insiden Juli 2025 dan sudah tidak dipakai sejak saat itu.
- Arkham melabeli alamat-alamat lama itu sebagai milik CoinDCX, sehingga pergerakan dana terlihat seolah berasal dari exchange.
- Peretas diduga memakai ulang alamat lama tersebut, sehingga transfer yang terjadi bukan berasal dari operasi CoinDCX.
- Dana pengguna aman dan aktivitas trading berjalan normal.
Pernyataan lanjutan exchange menambahkan detail operasional: sebagian pengguna tetap mengirim crypto ke alamat deposit lama yang sudah dinonaktifkan, dan kegagalan proses sweep menyebabkan operational losses yang ditanggung exchange, dengan deposit pengguna yang terdampak sudah dikreditkan kembali.
Punya token yang mencurigakan?
Jangan cuma percaya omongan influencer. Cek sendiri kontraknya pakai tool gratis kami yang memindai RugCheck dan DexScreener dalam hitungan detik.
Sanggahan ZachXBT: “Alamat Lama Itu Masih Jalan”
ZachXBT tidak menerima penjelasan “alamat lama” begitu saja. Dalam postingannya di X, ia menuding:
- Alamat deposit TRON yang diawali “TQKJQ” dipakai oleh liquidity provider selama sekitar 10 bulan setelah insiden Juli 2025.
- Alamat itu menerima deposit pengguna dan transfer gas pada April hingga Mei 2026, lalu dananya diteruskan ke hot wallet CoinDCX yang masih aktif.
- Sekitar $15,8 juta deposit pengguna diduga tidak tercatat di pembukuan internal exchange.
Yang menarik: Gupta tidak membantah mentah-mentah kali ini. Ia menjawab bahwa pihaknya menyadari situasi tersebut, sedang melakukan investigasi tambahan, dan akan membagikan update. Ia menegaskan tidak akan ada dana pengguna yang hilang. Jawaban ini, seperti dicatat BeInCrypto, menunjukkan perubahan nada dibanding bantahan awal yang menyebut alamat-alamat itu sudah tidak terkait CoinDCX sama sekali.
Fakta vs Klaim: Mana yang Sudah Terverifikasi
Agar tidak ikut-ikutan panik atau malah meremehkan, ini pemisahan antara yang sudah pasti dan yang masih klaim:
| Pernyataan | Status |
|---|---|
| Transfer 15,99 juta USDT + 5.783,81 TRX dari dompet ber-tag CoinDCX pada 21 Okt 2026 | Terverifikasi. Dilaporkan Darcy, diberitakan multi-sumber, dan CoinDCX tidak membantah transfernya terjadi. |
| Alamat-alamat itu sudah dikompromikan sejak Juli 2025 | Klaim CoinDCX. Belum ada bukti publik independen yang mengonfirmasi. |
| Sekitar $8,93 juta USDT mendarat di Binance, OKX, dan Gate | Klaim peneliti. Belum diverifikasi secara independen. |
| Alamat TQKJQ masih menerima deposit sampai Mei 2026 | Klaim ZachXBT (disertai bukti on-chain yang ia tunjukkan), diakui Gupta sebagai hal yang sedang diselidiki. |
| CoinDCX kena hack baru senilai $16 juta | Belum terbukti. Transfer besar saja tidak membuktikan terjadinya hack. |
Kenapa Ini Penting Buat Kamu
Terlepas dari siapa yang benar, kasus ini memberi beberapa pelajaran nyata untuk pengguna crypto Indonesia:
- Jangan simpan saldo besar di exchange. Bahkan exchange besar bisa salah mengelola alamat deposit lama selama berbulan-bulan. Prinsip lama tetap berlaku: bukan kunci kamu, bukan coin kamu.
- Cek proof-of-reserves exchange yang kamu pakai. Salah satu masalah yang diangkat dalam kasus ini adalah deposit yang diduga tidak tercatat. Exchange yang transparan mempublikasikan daftar alamatnya.
- Kenali pola dompet terkompromi. Dana yang dikumpulkan ke satu alamat lalu dipecah ke banyak wallet dan diteruskan ke exchange lain adalah pola khas yang sering muncul di investigasi on-chain. Pola yang sama juga sering terlihat di kasus rug pull token.
- Waspada phisher saat isu hack ramai. Setiap kali isu hack besar beredar, penipu menyebarkan “update keamanan” palsu. Jangan pernah klik link dari DM yang tidak dikenal.
Belajar baca tanda bahaya sebelum kena
Kasus CoinDCX ini contoh nyata kenapa skill verifikasi on-chain itu penting. Mulai dari yang paling dasar di panduan kami.
Referensi Artikel
- Crypto Briefing: CoinDCX rejects hack claims after $16 million in USDT transfers reported.
- TokenPost: CoinDCX Denies New Hack After $15.8 Million in Wallet Transfers Draw Scrutiny (dipublikasikan 22 Oktober 2026).
- CoinPedia: CoinDCX Hack Today [LIVE] Updates: Was India’s Crypto Exchange Breached Again?
- BeInCrypto: liputan dialog ZachXBT vs Sumit Gupta soal alamat TQKJQ.